Minggu, 21 Juni 2015

TUGAS SOFSKILL YANG KETIGA


NAMA       : DODI ROY SYAHPUTRA
KELAS       : 1ID01
NPM           : 33414231
DOSEN      : SUKESTININGSIH
MATKUL   : #PENDIDIKAN KEWARGA NEGARA (SOFTSKILL)
KETAHANAN NASIONAL
1.    PENGERTIAN KETAHANAN NASIONAL
Pengertian ketahanan nasional adalah kondisi dinamika, yaitu suatu bangsa yang berisi keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan ketahanan, Kekuatan nasional dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, hambatan dan ancaman baik yang datang dari dalam maupun dari luar. Juga secara langsung ataupun tidak langsung yang dapat membahayakan integritas, identitas serta kelangsungan hidup bangsa dan negara.
2.    PENGERTIAN KONSEPSI KETAHANAN NASIONAL
Dewasa ini istilah ketahanan nasional sudah dikenal diseluruh Indonesia. Dapat dikatakan bahwa istilah itu telah menjadi milik nasional. Ketahanan Nasional baru dikenal sejak permulaan tahun 60 an. Pada saat itu istilah itu belum diberi devenisi tertentu. Disamping itu belum pula disusun konsepsi yang lengkap menyeluruh tentang ketahanan nasional. Istilah ketahanan nasional pada waktu itu dipakai dalam rangka pembahasan masalah pembinaan ter itorial atau masalah pertahanan keamanan pada umumnya. Walaupun banyak instansi maupun perorangan pada waktu itu menggunakan istilah ketahanan nasional, namun lembaga yang secara serius dan terus-menerus mempelajari dan membahas masalah ketahanan nasional adalah lembaga pertahanan nasional atau lemhanas. Sejak Lemhanas didirikan pada tahun 1965, maka masalah ketahanan nasional selalu memperoleh perhatian yang besar. Dalam pidato kenegaraan Presiden Republik Indonesia Jendral Suharto di depan siding DPR tanggal 16 Agustus 1975, dikatakan bahwa ketahanan nsional adalah tingkat keadaan dan keuletan dan ketangguhan bahwa Indonesia dalam menghimpun dan mengarahkan kesungguhan kemampuan nasional yang ada sehingga merupakan kekuatan nasional yang mampu dan sanggup menghadapi setiap ancaman d an tantangan terhadap keutuhanan maupun kepribadian bangsa dan mempertahankan kehidupan dan kelangsungan cita-citanya. Karena keadaan selalu berkembang serta bahaya dan tantangan selalu berubah, maka ketahanan nasional itu juga harus dikembangkan dan dibina agar memadai dengan perkembangan keadaan. Karena itu ketahanan nasional itu bersift dinamis, bukan statis. Ikhtiar untuk mewujudkan ketahanan nasional yang kokoh ini bukanlah hl baru bagi kita. Tetapi pembinaan dan peningkatannya sesuai dengan kebutuhan kemampuan dan fasililitas yang tersedi pula. Pembinaan ketahanan nasional kita dilakukan dipelgai bidang : ideology , poluitik, ekonomi , sosial budaya dan hankam, baik secara serempak maupun menurut prioritas kebutuhan kita. Pengaruh aspek ketahanan nasional pada kehidupanan berbangsa dan bernegara: Berdasarkan rumusan pengertian tannas dan kondisi kehidupan nasional Indonesia,sesungguhnya tannas merupakan gambaran dari kondisi sIstem kehidupan nasional dalam berbagai aspek dalam saat tertentu. Berdasarkan dalam pemahaman hubungan tersebut diperoleh gambaran bahwa konsepsi ketahanan nasional akan menyangkut hubungan antar aspek yang mendukung kehidupan yaitu :
1. Aspek yang berkaitan dengan alamiah bersifat statis meliputi aspek geografis,aspek kependudukan dan aspek sumber kekayaan alam.
2. Aspek yang berkaitan dengan soaial bersifat dinamis meliputi aspek ideologi,aspek politik,aspek sosial budaya dan aspek pertahanan dan keamanan.
Konsepsi ketahanan nasional tersebut terdiri dari :
a. ketangguhan
b. keuletan
c. identitas
d integritas
e. ancaman
f. hambatan dan gangguan
3.  HAKEKAT KETAHANAN NASIONAL DAN HAKEKAT KONSEPSI KETAHANAN NASIONAL
a.    Hakekat ketahanan nasional adalah keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan dalam mengembangkan kekuatan nasional dalam menjamin kelangsungan hidup dari tujuan Negara.
b     Hakekat konsepsi ketahanan nasional adalah pegaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan secara seimbang, secara serasi, dan selaras dalam sebuah aspek kehidupan nasional.
4. ASAS KETAHANAN NASIONAL.
Asas-asas ketahanan nasional Indonesia adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan Wawasan Nasional. Pengembangan ketahanan nasional bangsa Indonesia didasari pada asas asas sebagai berikut :
a.    Kesejahteraan dan keamanan
            Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan dan merupakan kebutuhan manusia yang mendasar dan esensial, baik sebagai perorangan maupun kelompok dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
b.    Utuh menyeluruh terpadu
            Ketahanan nasional mencakupketahanan segenap aspek kehidupan bangsa secara utuh, menyeluruh dan terpadu.
c.    Kekeluargaan
            Mengandung keadilan, kearifan, kebersamaan, kesamaan, gotong rotong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
d.    Mawas diri
Sistem kehidupan nasionalmerupakan perpaduan segenap aspek kehidupan bangsa yang saling berinteraksi. Mawas ke dalam bertujuan menumbuhkan hakikat, sifat dan kondisi kehidupan nasional itu sendiri. Mawasw ke luar bertujuan untuk dapat mengantisipasi dan ikut berperan serta menghadapi dan mengatasi dampak lingkungan strategis luar negeri.
5. SIFAT-SIFAT KETAHANAN NASIONAL
Ketahanan Nasioanal memiliki sifat yang terbentuk dari nilai-nilai yang terkadang dalam landasan dan asas-asanya, yaitu:
1.    Mandiri.
Ketahanan Nasional percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri serta pada keuletan dan ketangguhan, yang mengandung prinsip tidak mudah menyerah, dengan tumpuan pada identitas, integritas dan kepribadian bangsa. Kemandirian (idenpendency) ini merupakan prasyarat untuk menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dalam perkembangan global (interdependent).
2.    Dinamis.
Ketahanan Nasional tidaklah tetap. Ia dapat meningkat atau menurun, tergantung pada situasi dan kondisi bangsa, Negara serta lingkungan strategisnya. Hal ini sesuai dengan hakikat bahwa segala sesuatu di dunia ini senantiasa berubah dan perubahan itu senantiasa berubah pula. Karena itu, upaya peningkatan Ketahanan Nasional harus senantiasa diorientasikan ke masa depan dan dinamikanya diarahkan untuk pencapaian kondisi kehidupan nasional yang lebih baik.
3.    Wibawa.
Keberhasioan pembinaan Ketahanan Nasional Indonesia secara lanjut dan berkesinambungan akan meningkatkan kemampuan dan keseimbangan akan meningkatkan kemampuan dan kekuatan bangsa. Makin tinggi tingkat Ketahanan Nasional Indonesia makin tinggi pula nilai kewibawaan dan tingkat daya tangkal yang dimiliki oleh bangsa dan negara Indonesia.
4.    Konsultasi dan Kerjasama.
Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan atagonistis, tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuata fisik semata, tetapi lebih mengutamakan sikap konsultatif, kerjasama serta saling menghargai dengan mengandalkan kekuatan, moral dan kepribadian bangsa.
sumber : 
1. Buku Pendidikan Kewarganegaraan, penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, 2005
2.  www.slideshare.net/theshizuka11/ketahanan-nasional-14455072‎ 

Tulisan Ketahanan Nasional
Perbandingan Ketahanan Nasional pada masa orde baru dan orde reformasi. Berdasarkan beberapa aspek yaitu :
1. Aspek Ideologi
     Ideologi adalah salah satu sistem nilai yang merupakan bulatan yang memberikan pelajaran. Ideologi merupakan pencapaian cita-cita yang diharapkan oleh setiap Negara.
     Pada masa orde baru Indonesia menganut pahama ideology liberalisme dan hingga saat ini idonesia masih menggunakan ideologi liberalisme akan tetapi cara penarapannya saja yang membedakan.
2. Aspek Politik
     Pada orde baru politik hanya digunakan pada orang tertentu yang memiliki kekuasaan sendiri. Pada masa orde baru politik dapat diperjual belikan, pada masa orde baru pemilu (pemilihan umum) dilaksanakan untuk pertama kali pada tahun 1955 yang diikuti beberapa partai politi saja, akan tetapi pemenang dari hasil ini pemilu ini tidak sesuai dengan apa yang telah dipilih oleh rakyat, ini dikarenakan ada tindak KKN yang dilakukan pada orang tertentu, untuk memenangkan partai tersebut. Pada masa orde baru politik sifatnya tertutup.
     Pada orde reformasi politik telah meluas. Dengan dibuktikan mulai banyak bermunculan partai politik. Pada orde reformasi bersifat terbuka, tanpa ada campr tangan dari orang-orang tertentu. Pada orde reformasi dilakukan pemilihan umum (pemilu) yang sifat nya dipilih oleh rakyat langsung. Dan pemenang dari pemilihan umum yang dipilih oleh rakyat merupakan pemenang pada pemilihan umu tersebut.
3. Aspek Ekonomi.
     Pada orde baru pertumbuhan kian meningkat, akan tetapi pertumbuhan ekonomi tersebut tidak sejalan apa yang diharapkan oleh rakyat, dibalik pertumbuhan ekonomi masyarakat terdapat hutang piutang Negara yang membludak. Dan kian hari pertumbuhan ekonomi kian melemah sehingga membuat terjadinya perlengseran pemerintahan dari pemerintahan orde baru ke orde reformasi..
     Pada orde reformasi pertumbuhan ekonomi kian menguat hingga saat ini.
4. Sosial Budaya
     Pada orde baru sosial budaya masyarakat kian erat, sesame saling tolong menolong, saling menghormati sesame meski memiliki adat istiadat yang berbeda, kerukunan tetanggalah yang diharapakan, tanpa ada campur tangan budaya dari kehidupan orang barat dan timur.
     Pada orde reformasi sosial budaya kiat meregang, tidak seperti pada orde baru, tingkat kerukunan masyarakat berkuang, dikarenakan tingkat angka kriminal masyarakat kian meningkat, sopan santun tidak ada lagi dimiliki masyarakat, dan cenderung kaum muda melupakan budaya dan adat istiadat yang dimiliki, ini disebabkan pengaruh orang barat dan orang timur. Sosial budaya yang dimiliki kaum muda pada orde reformasi semoga cepatlah berubah.
5. Aspek ketahanan atau keamanan
     Pada masa orde baru tingkat keamanan terancam, dan mencekam dikarenakan apabila masyarakat melakukan sesuatu yang tidak sesuai apa yang diinginkan Negara maka banyak terjadi pembunuhan dan mayatnya ditinggalkan begitu saja dijalana, missal pada kasus pembelaan ham yang dilakukan HAM oleh munir dan mahasiswa trisakti, yang melakukan demonstrasi pada pemerintahan orde baru, dan dari beberapa mahasiswa tersebut tidak tahu dimana keberadaannya hingga saat ini, dan kasus munir yang melakukan demonstrasi pada pemerintah untuk kelayakan hidup dan kenaikan gaji terhadap kaum buruh, akan  tetapi esok harinya munir telah ditemukan telah meninggal duniam dengan keperawanannya ditusuk oleh obeng dan diperkosa secara bergilir ini disebakan pemerintah tidak mau menerima aspirasi rakyat lemah. Akan tetapi untuk keamanan Negara asing yang memasukin Negara Indonesia tidak sembarangan dan apabila ada Negara asing mengklaim budaya Indonesia maka pemerintah siap tempur perang dan memasukin wilayah kelautan Indonesia.
Dan pada orde reformasi keamanan Negara tidak mencekam seperti orde  baru, akan tetapi masyarakat dapat meluapkan aspirasi rakyat kepada pemerintahan dengan melakukan demonstrasi dijalanan tanpa hambatan dari pemerintah, akan tetapi pada segi keamanan wilayah Indonesia juga semakin melemah, dikarenkan banyak negara asing mengklaim bahwa wilayah tersebut merupakan wilayah kekuasaan, sama halnya dengan budaya yang dimiliki oleh Indonesia. Sering sekali Negara tentangga mengklaim kalau budaya tersebut merupakan budaya nya misalkan gondang sambilan dan reog diklaim Negara tetangga Malaysia. Akan tetapi semua budaya tersebut kembali kenegara Indonesia.

SELESAI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar