NAMA
: DODI ROY SYAHPUTRA
KELAS : 1ID01
NPM : 33414231
DOSEN
: SUKESTININGSIH
MATKUL : #PENDIDIKAN KEWARGA NEGARA (SOFTSKILL)
KETAHANAN NASIONAL
1. PENGERTIAN
KETAHANAN NASIONAL
Pengertian ketahanan
nasional adalah kondisi dinamika, yaitu suatu bangsa yang berisi
keuletan dan ketangguhan yang mampu mengembangkan ketahanan, Kekuatan nasional
dalam menghadapi dan mengatasi segala tantangan, hambatan dan ancaman baik yang
datang dari dalam maupun dari luar. Juga secara langsung ataupun tidak langsung
yang dapat membahayakan integritas, identitas serta kelangsungan hidup bangsa
dan negara.
2. PENGERTIAN
KONSEPSI KETAHANAN NASIONAL
Dewasa ini istilah ketahanan nasional sudah dikenal
diseluruh Indonesia. Dapat dikatakan bahwa istilah itu telah menjadi milik
nasional. Ketahanan Nasional baru dikenal sejak permulaan tahun 60 an. Pada
saat itu istilah itu belum diberi devenisi tertentu. Disamping itu belum pula
disusun konsepsi yang lengkap menyeluruh tentang ketahanan nasional. Istilah
ketahanan nasional pada waktu itu dipakai dalam rangka pembahasan masalah
pembinaan ter itorial atau masalah pertahanan keamanan pada umumnya. Walaupun
banyak instansi maupun perorangan pada waktu itu menggunakan istilah ketahanan
nasional, namun lembaga yang secara serius dan terus-menerus mempelajari dan
membahas masalah ketahanan nasional adalah lembaga pertahanan nasional atau
lemhanas. Sejak Lemhanas didirikan pada tahun 1965, maka masalah ketahanan
nasional selalu memperoleh perhatian yang besar. Dalam pidato kenegaraan
Presiden Republik Indonesia Jendral Suharto di depan siding DPR tanggal 16
Agustus 1975, dikatakan bahwa ketahanan
nsional adalah tingkat keadaan dan keuletan dan ketangguhan bahwa Indonesia
dalam menghimpun dan mengarahkan kesungguhan kemampuan nasional yang ada
sehingga merupakan kekuatan nasional yang mampu dan sanggup menghadapi setiap
ancaman d an tantangan terhadap keutuhanan maupun kepribadian bangsa dan mempertahankan kehidupan dan kelangsungan
cita-citanya. Karena keadaan selalu berkembang serta bahaya dan tantangan
selalu berubah, maka ketahanan nasional itu juga harus dikembangkan dan dibina
agar memadai dengan perkembangan keadaan. Karena itu ketahanan nasional itu
bersift dinamis, bukan statis. Ikhtiar untuk mewujudkan ketahanan nasional yang
kokoh ini bukanlah hl baru bagi kita. Tetapi pembinaan dan peningkatannya
sesuai dengan kebutuhan kemampuan dan fasililitas yang tersedi pula. Pembinaan
ketahanan nasional kita dilakukan dipelgai bidang : ideology , poluitik,
ekonomi , sosial budaya dan hankam, baik secara serempak maupun menurut
prioritas kebutuhan kita. Pengaruh aspek ketahanan nasional pada kehidupanan berbangsa
dan bernegara: Berdasarkan rumusan pengertian tannas dan kondisi kehidupan
nasional Indonesia,sesungguhnya tannas merupakan gambaran dari kondisi sIstem
kehidupan nasional dalam berbagai aspek dalam saat tertentu. Berdasarkan dalam
pemahaman hubungan tersebut diperoleh gambaran bahwa konsepsi ketahanan
nasional akan menyangkut hubungan antar aspek yang mendukung kehidupan yaitu :
1.
Aspek yang berkaitan dengan alamiah bersifat statis meliputi aspek
geografis,aspek kependudukan dan aspek sumber kekayaan alam.
2. Aspek yang berkaitan dengan soaial bersifat dinamis meliputi aspek ideologi,aspek politik,aspek sosial budaya dan aspek pertahanan dan keamanan.
2. Aspek yang berkaitan dengan soaial bersifat dinamis meliputi aspek ideologi,aspek politik,aspek sosial budaya dan aspek pertahanan dan keamanan.
Konsepsi
ketahanan nasional tersebut terdiri dari :
a.
ketangguhan
b.
keuletan
c.
identitas
d
integritas
e.
ancaman
f.
hambatan dan gangguan
3. HAKEKAT
KETAHANAN NASIONAL DAN HAKEKAT KONSEPSI KETAHANAN NASIONAL
a. Hakekat
ketahanan nasional adalah keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan
dalam mengembangkan kekuatan nasional dalam menjamin kelangsungan hidup dari
tujuan Negara.
b Hakekat
konsepsi ketahanan nasional adalah pegaturan dan penyelenggaraan kesejahteraan
dan keamanan secara seimbang, secara serasi, dan selaras dalam sebuah aspek
kehidupan nasional.
4. ASAS
KETAHANAN NASIONAL.
Asas-asas ketahanan
nasional Indonesia adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang tersusun
berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan Wawasan Nasional. Pengembangan ketahanan nasional
bangsa Indonesia didasari pada asas asas sebagai berikut :
a. Kesejahteraan
dan keamanan
Kesejahteraan dan keamanan dapat
dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan dan merupakan kebutuhan manusia yang
mendasar dan esensial, baik sebagai perorangan maupun kelompok dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
b. Utuh
menyeluruh terpadu
Ketahanan nasional mencakupketahanan segenap aspek kehidupan
bangsa secara utuh, menyeluruh dan terpadu.
c. Kekeluargaan
Mengandung keadilan, kearifan, kebersamaan, kesamaan, gotong
rotong, tenggang rasa dan tanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara.
d. Mawas
diri
Sistem kehidupan nasionalmerupakan
perpaduan segenap aspek kehidupan bangsa yang saling berinteraksi. Mawas ke
dalam bertujuan menumbuhkan hakikat, sifat dan kondisi kehidupan nasional itu
sendiri. Mawasw ke luar bertujuan untuk dapat mengantisipasi dan ikut berperan
serta menghadapi dan mengatasi dampak lingkungan strategis luar negeri.
5. SIFAT-SIFAT
KETAHANAN NASIONAL
Ketahanan Nasioanal memiliki sifat yang terbentuk dari
nilai-nilai yang terkadang dalam landasan dan asas-asanya, yaitu:
1. Mandiri.
Ketahanan Nasional percaya pada
kemampuan dan kekuatan sendiri serta pada keuletan dan ketangguhan, yang
mengandung prinsip tidak mudah menyerah, dengan tumpuan pada identitas,
integritas dan kepribadian bangsa. Kemandirian (idenpendency) ini merupakan
prasyarat untuk menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dalam perkembangan
global (interdependent).
2. Dinamis.
Ketahanan Nasional tidaklah tetap.
Ia dapat meningkat atau menurun, tergantung pada situasi dan kondisi bangsa,
Negara serta lingkungan strategisnya. Hal ini sesuai dengan hakikat bahwa
segala sesuatu di dunia ini senantiasa berubah dan perubahan itu senantiasa
berubah pula. Karena itu, upaya peningkatan Ketahanan Nasional harus senantiasa
diorientasikan ke masa depan dan dinamikanya diarahkan untuk pencapaian kondisi
kehidupan nasional yang lebih baik.
3. Wibawa.
Keberhasioan pembinaan Ketahanan
Nasional Indonesia secara lanjut dan berkesinambungan akan meningkatkan
kemampuan dan keseimbangan akan meningkatkan kemampuan dan kekuatan bangsa.
Makin tinggi tingkat Ketahanan Nasional Indonesia makin tinggi pula nilai
kewibawaan dan tingkat daya tangkal yang dimiliki oleh bangsa dan negara
Indonesia.
4. Konsultasi dan Kerjasama.
Konsepsi Ketahanan Nasional
Indonesia tidak mengutamakan sikap konfrontatif dan atagonistis, tidak
mengandalkan kekuasaan dan kekuata fisik semata, tetapi lebih mengutamakan
sikap konsultatif, kerjasama serta saling menghargai dengan mengandalkan
kekuatan, moral dan kepribadian bangsa.
sumber
:
1.
Buku Pendidikan Kewarganegaraan, penerbit PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta,
2005
2.
www.slideshare.net/theshizuka11/ketahanan-nasional-14455072
Tulisan
Ketahanan Nasional
Perbandingan Ketahanan Nasional pada
masa orde baru dan orde reformasi. Berdasarkan beberapa aspek yaitu :
1. Aspek
Ideologi
Ideologi adalah
salah satu sistem nilai yang merupakan bulatan yang memberikan pelajaran. Ideologi
merupakan pencapaian cita-cita yang diharapkan oleh setiap Negara.
Pada masa
orde baru Indonesia menganut pahama ideology liberalisme dan hingga saat ini
idonesia masih menggunakan ideologi liberalisme akan tetapi cara penarapannya
saja yang membedakan.
2. Aspek Politik
Pada orde
baru politik hanya digunakan pada orang tertentu yang memiliki kekuasaan
sendiri. Pada masa orde baru politik dapat diperjual belikan, pada masa orde
baru pemilu (pemilihan umum) dilaksanakan untuk pertama kali pada tahun 1955
yang diikuti beberapa partai politi saja, akan tetapi pemenang dari hasil ini
pemilu ini tidak sesuai dengan apa yang telah dipilih oleh rakyat, ini
dikarenakan ada tindak KKN yang dilakukan pada orang tertentu, untuk memenangkan
partai tersebut. Pada masa orde baru politik sifatnya tertutup.
Pada orde
reformasi politik telah meluas. Dengan dibuktikan mulai banyak bermunculan
partai politik. Pada orde reformasi bersifat terbuka, tanpa ada campr tangan
dari orang-orang tertentu. Pada orde reformasi dilakukan pemilihan umum
(pemilu) yang sifat nya dipilih oleh rakyat langsung. Dan pemenang dari
pemilihan umum yang dipilih oleh rakyat merupakan pemenang pada pemilihan umu
tersebut.
3. Aspek Ekonomi.
Pada orde
baru pertumbuhan kian meningkat, akan tetapi pertumbuhan ekonomi tersebut tidak
sejalan apa yang diharapkan oleh rakyat, dibalik pertumbuhan ekonomi masyarakat
terdapat hutang piutang Negara yang membludak. Dan kian hari pertumbuhan
ekonomi kian melemah sehingga membuat terjadinya perlengseran pemerintahan dari
pemerintahan orde baru ke orde reformasi..
Pada orde
reformasi pertumbuhan ekonomi kian menguat hingga saat ini.
4. Sosial Budaya
Pada orde
baru sosial budaya masyarakat kian erat, sesame saling tolong menolong, saling
menghormati sesame meski memiliki adat istiadat yang berbeda, kerukunan tetanggalah
yang diharapakan, tanpa ada campur tangan budaya dari kehidupan orang barat dan
timur.
Pada orde
reformasi sosial budaya kiat meregang, tidak seperti pada orde baru, tingkat
kerukunan masyarakat berkuang, dikarenakan tingkat angka kriminal masyarakat
kian meningkat, sopan santun tidak ada lagi dimiliki masyarakat, dan cenderung
kaum muda melupakan budaya dan adat istiadat yang dimiliki, ini disebabkan
pengaruh orang barat dan orang timur. Sosial budaya yang dimiliki kaum muda
pada orde reformasi semoga cepatlah berubah.
5. Aspek ketahanan atau keamanan
Pada masa
orde baru tingkat keamanan terancam, dan mencekam dikarenakan apabila
masyarakat melakukan sesuatu yang tidak sesuai apa yang diinginkan Negara maka
banyak terjadi pembunuhan dan mayatnya ditinggalkan begitu saja dijalana, missal
pada kasus pembelaan ham yang dilakukan HAM oleh munir dan mahasiswa trisakti,
yang melakukan demonstrasi pada pemerintahan orde baru, dan dari beberapa
mahasiswa tersebut tidak tahu dimana keberadaannya hingga saat ini, dan kasus
munir yang melakukan demonstrasi pada pemerintah untuk kelayakan hidup dan
kenaikan gaji terhadap kaum buruh, akan
tetapi esok harinya munir telah ditemukan telah meninggal duniam dengan
keperawanannya ditusuk oleh obeng dan diperkosa secara bergilir ini disebakan
pemerintah tidak mau menerima aspirasi rakyat lemah. Akan tetapi untuk keamanan
Negara asing yang memasukin Negara Indonesia tidak sembarangan dan apabila ada Negara
asing mengklaim budaya Indonesia maka pemerintah siap tempur perang dan
memasukin wilayah kelautan Indonesia.
Dan
pada orde reformasi keamanan Negara tidak mencekam seperti orde baru, akan tetapi masyarakat dapat meluapkan
aspirasi rakyat kepada pemerintahan dengan melakukan demonstrasi dijalanan
tanpa hambatan dari pemerintah, akan tetapi pada segi keamanan wilayah Indonesia
juga semakin melemah, dikarenkan banyak negara asing mengklaim bahwa wilayah
tersebut merupakan wilayah kekuasaan, sama halnya dengan budaya yang dimiliki
oleh Indonesia. Sering sekali Negara tentangga mengklaim kalau budaya tersebut
merupakan budaya nya misalkan gondang sambilan dan reog diklaim Negara tetangga
Malaysia. Akan tetapi semua budaya tersebut kembali kenegara Indonesia.
SELESAI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar